Ku berbicara kepada diri sendiri
yang ratusan kali ditikam kenyataan
berusaha sembuh lalu ditikam lagi
lebih dalam lebih kejam, lucunya harus bertahan
Disetiap sudut ada mereka yang hilang
satu pergi, lalu satu lagi, lalu lagi
tak ada lagi tempat kembali tak ada tempat pulang
aku ditinggal sendiri
Mereka bilang aku kuat
nyatanya aku terkapar tak bisa berdiri
katanya sehabis hujan ada pelangi
naasnya duniaku sehabis hujan, hujan lagi lebih lebat
Aku juga ingin lagi untuk merekah?
namun sadar takut tertikam lagi
ragaku tak bernyawa, bagimana bisa merekah
aku bahkan tidak mengerti
Saat ini aku berteman dengan luka, duka, hilang arah
mengigil, sesak dan nyaris patah
seperti bunga yang kehilangan tanah
apakah hanyut oleh air hujan atau tumbuh dan merekah?
Shinta Mentari
Shinta please tetap bernafas. itu dulu saja saat ini
ReplyDelete